Rabu, 06 Maret 2013

10 Tanaman Hias Pembersih Udara

10 Tanaman Hias Pembersih Udara


Seringkali rumah-rumah modern sekarang dirancang tanpa memperhatikan sistem ventilasi yang tepat. Sehingga udara ruangan tercemari oleh akumulasi bau yang keluar dari partikel karpet, mebel, cat, thinner, penyegar udara dan lain sebagainya.

Untuk itu kehadiran tanaman yang bisa menyaring akumulasi racun udara tersebut, tentu menjadi pilihan yang bijak. Pada akhir tahun 1980 NASA telah membuat studi yang menunjukkan 10 tanaman hias yang bisa menyerap racun dalam ruangan. Selain tentunya tetap berfungsi sebagai dekorasi ruangan. Tanaman yang dimaksud adalah:

Spathiphyllum (Lili Perdamaian)
Tanaman ini termasuk keluarga Araceae. Tanaman hias ini tumbuh di daerah tropis Asia tenggara dan Amerika. Tanaman hias yang populer ini pembersih udara yang sangat sempurna . Dapat mengurangi atau menghilangkan polusi dalam ruangan termasuk, benzena, xylene, formaldehida, aseton, dan polusi dari asap rokok dan bau bensin. Lili Perdamaian dapat tumbuh di bawah sinar matahari kecil dan bisa hidup lebih baik di cahaya yang tersebar. Disarankan menyiramnya dua kali dalam seminggu.
tanaman hias ini sedikit beracun bagi manusia dan hewan. Bila sampai termakan bisa mengakibatkan diare dan muntah juga menyebabkan sensasi terbakar di lidah, mulut dan tenggorokan. Oleh karena itu tanaman ini harus digantung cukup tinggi agar tidak terjangkau anak-anak dan binatang peliharaan.

Tanaman Laba-laba (Chlorophytum comosum)
Tanaman Spider (Chlorophytum comosum) merupakan tanaman hias yang populer. Memiliki daun melengkung panjang dengan bunga berwarna putih yang hampir tak kelihatan, karena garis putih di tengah daun. Untuk merawatannya sangat mudah karena tanaman ini bisa berkembang di bawah sinar terang atau teduh. Selain sebagai tanaman gantung yang sangat menarik, Spider merupakan pembersih udara yang sangat baik. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh NASA, tanaman ini memiliki kemampuan untuk menyerap racun udara termasuk karbon monoksida, formaldehid, benzena, dan xilena.

Hebras (Gerbera)
Hebras merupakan tanaman yang populer. Tanaman hias berbunga abadi dengan bunga yang cantik. Tanaman hias ini tumbuh subur di cahaya terang. Sangat baik ditempatkan di kamar tidur atau ruang cuci, asalkan ada cahaya yang sesuai. Gerbera membantu menyaring trichloroethylene, dan benzena.

Daun Ivi ( (Hedera helix)
Tanaman hias merambat yang tumbuh subur di tempat teduh . Tapi baik juga sebagai tanaman gantung, Daun Ivi membantu dalam menyaring aerosol formalin udara dan limbah padat lainnya dari udara.
Tanaman hias ini beracun untuk manusia dan hewan. Termakan dalam jumlah yang besar bisa mengakibatkan muntah, kejang, kesulitan bernafas atau bisa mengakibatkan koma.

Philodendrons
Ada sekitar 900 sepesies Philodendrons, tanaman berbunga besar milik keluarga Araceae. Sebagai tanaman hias, mereka lebih suka kurang cahaya dan tanah berdrainase . Philodendron bisa ditanam dalam pot bila ditempatkan di ruang tamu terbuka atau di dekat jendela. Tanaman ini bisa menyaring gas formaldehida yang dihasilkan dari pembakaran bahan yang mengandung karbon dan terkandung dalam asap pada kebakaran hutan, knalpot mobil, dan asap tembakau.
Tanaman hias ini beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Menelan jumlah yang besar akan mengakibatkan kemerahan pada kulit, dan pembengkakan mulut, tenggorokan, bibir, dan lidah.

Krisan (Chrysanthemum)
Chrysanthemum terdiri dari sekitar 200 jenis. Tanaman hias ini merupakan tanaman asli Asia dan timur laut Eropa. Selain sebagai bunga hias yang populer, Chrysanthemum juga sangat baik dalam menyaring benzena yang berasal dari cat, deterjen lem, dan plastik. Tanaman berbunga abadi ini berkembang di bawah sinar matahari penuh dan tanah rata yang lembab.

Lidah mertua (Sansevieria trifasciata)
Lidah mertua (Sansevieria trifasciata) juga disebut sebagai tanaman ular, merupakan tanaman rumah yang boleh jarang disiram. NASA menunjuknya sebagai salah satu tanaman hias terbaik. Lidah mertua ini sangat baik untuk menyaring racun udara dalam ruangan termasuk nitrogen oksida dan formaldehid yang ada pada kertas toilet, produk pembersih dan produk perawatan pribadi. Lidah mertua mempunyai getah yang beracun.

Azalea (Rhododendron simsii)
Tanaman semak berbunga lambat yang tumbuh dan mekar di musim semi, merupakan tanaman asli Asia, Amerika Utara dan Eropa. Karena mereka berkembang di tempat setengah teduh, sangat cocok sebagai tanaman hias di dalam ruangan. Azalea membantu dalam menyerap formaldehida dalam isolasi kayu lapis atau busa. Azalea juga dianggap tanaman beracun

Sri Gading (Dracaena fragrans)
Dracaena batang jagung (Dracaena fragrans), adalah semak dengan daun panjang mempunyai bunga yang wangi berwarna putih atau merah muda. Bagus untuk menghias lorong-lorong dan sudut dalam ruangan. Tanaman ini hanya membutuhkan cahaya yang sedikit dan bisa jarang disiram. Tanaman hias ini dapat memurnikan udara, karena menyerap benzena, toluena dan xilena, dan racun udara lain yang terkait dengan minyak dan pernis. Seluruh bagian tanaman beracun lebih baik dijauhkan dari anak-anak dan hewan peliharaan.

Beringin Putih (Ficus benjamina)
Beringin Putih (Ficus benjamina), adalah sebuah tanaman hias topiary dari Asia Tenggara dan Australia. Pertumbuhannya lambat dan lebih suka dengan sinar matahari yang terang parsial. Sebagai tanaman topiary tentu bagus untuk dekorasi di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Sebagai tanaman hias dalam ruangan Beringin Putih bisa menyerap racun yang ada dalam furnitur dan karpet termasuk benzena, xylene, formaldehida, amonia, dan trichloroethylene.
Tanaman ini dianggap punya potensi beracun untuk burung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar